Johnny G Plate Ditangkap, Surya Paloh: Terlalu Mahal Seorang Sekjen Partai Diborgol!

Johnny G Plate Ditangkap, Surya Paloh: Terlalu Mahal Seorang Sekjen Partai Diborgol!

BeritakanID.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengomentari penahanan Menkominfo Johnny G Plate usai ditetapkan sebagai tersangka di kasus korupsi BTS Kominfo yang merugikan negara Rp 8,32 triliun.

Berbicara di depan awak media di Nasdem Tower, Surya Paloh menyebut kalau dirinya tengah bersedih atas apa yang menimpa Johnny G Plate.

Sepanjang hari Surya Paloh mengaku mengamati betul berbagai pernyataan yang terlontar dari Kejagung terkait kasus Johnny G Plate. Sampai ada yang menyebut adanya permintaan dari Johnny G Plate soal Rp 500 juta pada anak-anaknya setiap bulan dalam kasus tersebut.

Surya Paloh lantas mengaku sedih melihat sekjen partainya Johnny G Plate diborgol saat menggunakan rompi tahanan Kejagung. Baginya, peristiwa itu sangat manyakitkan.

Surya Paloh memahami ada proses pendalaman yang dilakukan dalam kasus dugaan korupsi Menkominfo itu.

"Terlalu mahal dia untuk diborgol, dalam kapasitas dirinya sebagai menteri, sekjen partai, terlalu mahal," kata Surya Paloh, Rabu 17 Mei 2023.

Sejauh ini, Partai Nasdem tetap memegang teguh azaz praduga tak bersalah pada Johnny. Terlebih tak ada yang bisa memastikan setiap manusia terbebas dari kesalahan, kesilapan, kebodohan, bahkan dosa.

"Itu artinya sebagai manusia biasa, kita berupaya sebaik-baiknya, bahwa kita tak mampu untuk menjamin apakah akan ada terulang lagi. Tetapi, niat baik kita tak pernah padam," katanya.

Surya Paloh lantas menyinggung bagaimana berbagai pihak menyorot tajam kasus dugaan korupsi ini. Padahal sejatinya, banyak sekali kasus di sekitar kita yang jauh lebih besar dan mengkhawatirkan tetapi luput dari perhatian.

Soal apakah Nasdem akan mengajukan nama baru sebagai pengganti Johnny G Plate usai ditetapkan sebagai tersangka, Surya Paloh tak menghendakinya.

Kata dia, semua terserah presiden, karena beliaulah yang memiliki hak prerogatif.

"Kita tak akan menyodorkan nama, itu hak prerogatif presiden, tetapi kita tak pernah begoyah," katanya.

Sumber: poskota

TUTUP
TUTUP