Perjalanan 1000 KM WNI di Malaysia Demi Anies Presiden

Perjalanan 1000 KM WNI di Malaysia Demi Anies Presiden

Ada sahabat di Malaysia yang sanggup pulang kampung menaiki pesawat karena namanya terdaftar di tanah air, walaupun sebenarnya semua WNI bisa mencoblos Anies di Malaysia.

Ada lagi yang memulakan perjalanan hari ini menaiki bus menempuh perjalanan lebih seribu kilometer pulang dan perginya demi mencoblos Anies Presiden.

Ada yang bercerita tentang ibunya yang menelepon semalaman agar memilih Anies sebagai Presiden pada pemilu ini.

Satu-satunya Presiden harapan perubahan, kemajuan, kebangkitan bangsa dan negara, membangkitkan batam terandam, supaya NKRI berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara tetangga dan ada 1001 lagi alasan lainnya.

Mereka tidak dibayar, tetapi membayar ongkos, tenaga, fikiran dan bahkan terpaksa mengambil cuti demi memenangkan Anies Presiden.

Bagi mereka perjuangan ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan nenek moyang kita yang berperang menggunakan bambu runcing melawan Belanda dulu.

Ada yang menganggap inilah waktunya kemerdekaan kedua tanah air dari penjajahan oligarki dan para mafia dimana segelintir orang di dalam negeri menguasai dan memonopoli sebahagian besar ekonomi dan uang negara.

Padahal antara maqosid dalam Islam adalah supaya kekayaan tidak dimonopoli, didominasi dinikmati oleh segelintir orang saja.

Pengangguran, kemiskinan, lemahnya infrastruktur di negara yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusianya harus segera dimerdekakan.

Ini adalah sebuah perjuangan kemerdekaan menuju negara demokrasi yang juga pernah diperjuangkan dengan nyawa, darah, harta, tenaga, fikiran dan harga diri nenek moyang kita dulu.

Sebuah perjuangan reformasi keluar dari kekuasaan dinasti yang pernah diperjuangkan anak bangsa dan mengorbankan banyak nyawa pada reformasi 1998 dulu.

Seperti perjuangan Nabi yang mengeluarkan ummat dari kegelapan jahiliyah kepada alam pencerdasan.

Seperti revolusi Perancis yang keluar dari kongkongan elite menuju pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat.

Diharapkan inilah awal kebangkitan Indonesia seperti sebuah kebangkitan renaissance perubahan ke arah yang lebih baik.

Lahirnya kembali bangsa kepada fitrah dan kepada landasan yang benar setelah sekian lama keluar dari relnya.

Setelah Anies jadi Presiden semoga anak negeri tidak lagi antri berkilo meter dan memenuhi gelora demi peluang pekerjaan yang hanya sedikit.

Setelah Anies jadi Presiden semoga jutaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia bisa kembali untuk bekerja di tanah air sendiri.

Setelah Anies jadi Presiden semoga orang kampung tidak lagi antri dan bermimpi untuk bekerja sebagai buruh kasar di negara asing.

Semua itu perlu perjuangan dan pengorbanan karena Allah tidak akan merubah nasib satu kaum, melainkan mereka sendiri yang mengubahnya.[]

Afriadi Sanusi PhD, Aktivis Good Governance dan Anti Korupsi.

TUTUP
TUTUP