Stafsus Kemenkeu ‘Keukeuh’ Bantah Ada Oknum Bea Cukai Terlibat Kasus 109 Ton Emas Antam Ilegal, Netizen: Gak Mungkin

Stafsus Kemenkeu ‘Keukeuh’ Bantah Ada Oknum Bea Cukai Terlibat Kasus 109 Ton Emas Antam Ilegal, Netizen: Gak Mungkin

BeritakanID.com - Kasus korupsi 109 ton emas ilegal milik PT Antam kini masih disoroti publik.

Bagaimana tidak, Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yustinus Prastowo ‘keukeuh’ dalam pernyataanya.

Yang mana, Yustinus Prastowo membantah adanya keterlibatan oknum Bea Cukai dalam kasus 109 ton emas Antam ilegal milik PT Antam.

Bukannya percaya, beberapa netizen di media sosial platform X justru enggan percaya dengan pernyataan Stafsus Kemenkeu ini.

“Logikanya barang dari luar negeri apalagi ema situ lolos dari Bea Cukai,” cuit @Grimjowjekerjex.

“Gak mungkin kalo gak ada yang main mata bisa selundupkan itu barang,” lanjutnya di balasan akun X milik Yustinus @prastow.

“Bung, emas palsu berton-ton itu konyol sih, kelihatan begitu ya pengelola perusahaan pemerintah,” ketik @DellaPerdana2.

Seperti yang diketahui, instansi Bea Cukai disebut-sebut sebagai sosok yang turut serta dalam kasus tindak pidana tersebut.

Hal ini dikonfirmasi oleh media Kejaksaan Agung (Kejagung) di akun X @jaksapedia.

Kejagung mengungkapkan bahwa oknum Bea Cukai terlibat dalam penyelundupan emas yang diimpor dari luar.

Sebagaimana informasi yang beredar, emas yang dikelola oknum pejabat PT Antam merupakan hasil impor dari Singapore.

“Emas berlogo Logam Mulia (LM) Antam ilegal beredar sebanyak 109 ton sepanjang 2010-22,” cuitnya.

“Emas-emas ini, antara lain, berasal dari Singapura yg diselundupkan dgn bantuan pejabat Bea Cukai,” lanjutnya.

Namun, lagi-lagi Yustinus Prastowo bersikeras mengaku bahwa Bea Cukai tidak terlibat sedikitpun dalam kasus tersebut.

Yustinus menjelaskan akan mengidentifikasi lebih lanjut terkait adanya dugaan bahwa Bea Cukai ikut terlibat.

“Demi kejelasan secara formal akan dikoordinasikan dan dimintakan penjelasan ke pihak yang berwenang,” ucapnya. (*)

Sumber: kilat

PROMO TOKO PILIHAN TOKOPEDIA
TUTUP
TUTUP