Viral Video 7 Menit Ibu Kandung C*buli Anak Kecil Pakai Baju Biru, Begini Kronologinya

Viral Video 7 Menit Ibu Kandung C*buli Anak Kecil Pakai Baju Biru, Begini Kronologinya

BeritakanID.com - Media sosial dihebohkan dengan video berdurasi 7 menit yang memperlihatkan aksi tak senonoh.

Di media sosial TikTok hingga Twitter atau X beredar link video viral ibu kandung cabuli anak kecil di bawah umur yang mengenakan baju biru.

Pada 1 Juni 2024, sebuah akun menarasikan tersebarnya video tak senonoh seorang wanita mencabuli anak kandungnya.

Dalam video tersebut, terlihat sosok seorang wanita berambut panjang mengenakan baju hitam sedang terlihat memegangi celana seorang anak kecil berbaju biru.

Anak tersebut diperkirakan berusia sekitar 5-7 tahun dan disebut dicabuli ibunya sendiri hingga terkencing-kencing.

Setelah tersebar luas, video tersebut menjadi perhatian luas warganet dan memancing beragam komentar.

Seperti pada unggahan akun @kegblgnun***, video tersebut disebut sangat aneh dan membuat banyak orang tidak habis pikir.

"Kalian udah pada tahu kasus ini ges? Biad*b banget ini kelakuan seorang wanita terhadap seorang anak kecil.

Bisa-bisanya dia post juga disosmed, kagak ada ot4knya anjir kek s*tan kelakuannya."

"Si adek manggil ini perempuan mama.

Berarti mamanya giniin anaknya sendiri? Anjirrlah gk habis pikir."

Unggahan tersebut lantas dibagikan oleh para warganet.

Tidak sedikit warganet yang juga menganggap adegan dalam video tersebut tidak wajar dan sangat aneh.

Video itu disebut-sebut berdurasi 7 menit bahkan hingga 10 menit.

Dilansir dari Tribun Bengkulu, berikut 7 keanehan dalam video viral ibu kandung cabuli bocah tersebut.

1. Ramai di TikTok

Diduga, video tersebut muncul pertama kali di platform media sosial TikTok dan menarik perhatian banyak orang.

Setelahnya tangkap layar video tersebut lantas dibagikan di banyak akun media sosial lintas platform.

2. Dicabuli Hingga Terkencing-kencing

Dari sejumlah unggahan tentang video tersebut, dinarasikan bahwa anak tersebut telah mengalami perlakuan tidak senonoh dari ibunya.

Bukan hanya tidak senonoh, perlakuan ibu tersebut dianggap warganet tidak wajar dan sangat aneh hingga menyebabkan anaknya terkencing-kencing.

3. Dipanggil Ibu

Dalam video yang beredar, wanita yang muncul dalam video tersebut dipanggil ibu oleh bocah itu.

4. Terjadi Tahun 2023

Berdasarkan narasi yang beredar, kejadian itu terjadi sejak tahun 2023 dan hingga saat ini belum terungkap.

5. Polisi Diminta Bertindak

Setelah video ibu kandung cabuli bocah tersebar luas, tidak sedikit warganet yang mendesak pihak kepolisian untuk bertindak.

Sejumlah warganet bahkan menandai akun resmi Polri di unggahan-unggahan terkait video viral ibu kandung cabuli bocah tersebut.

6. Masih di Bawah Umur

Terlihat dalam video yang beredar, bocah berbaju biru diperkirakan masih di bawah umur dan sepertinya berusia sekitar 5-7 tahun.

7. Belum Direspon Kepolisian

Hingga berita ini ditulis, belum ada respon dari pihak kepolisian dan belum diketahui pasti lokasi kejadian dalam video itu.

Tindak pidana pencabulan anak

Dalam Pasal 13 ayat (1) UU 23/2002, setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai macam perlakuan, salah satunya perlakuan salah lainnya.

Apa yang dimaksud dengan perlakuan salah lainnya? Misalnya tindakan pelecehan atau perbuatan tidak senonoh kepada anak.

Lebih lanjut, Pasal 13 ayat (2) UU 23/2002 mengatur apabila orang tua, wali, atau pengasuh anak melakukan pelecehan atau perbuatan tidak senonoh kepada anak sebagaimana tersebut di atas, ia akan dikenai pemberatan hukuman.

Jika dikaitkan dengan pertanyaan Anda, maka pencabulan anak oleh ayah bisa dikenakan pemberatan hukuman.

Lantas apa jerat pasal pencabulan anak? Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Jika dilanggar, pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Kemudian apabila tindakan ini dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang memiliki hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan lebih dari 1 orang secara bersama-sama, maka pidananya akan ditambah 1/3 dari ancaman pidananya.

Sumber: tribunnews

TOKO PILIHAN
TUTUP
TUTUP