Aliran Dana Johnny G Plate Diusut, Syahganda: Mahfud dari Dulu Tak Jelas, Mana Kasus Rp 349 T?

Aliran Dana Johnny G Plate Diusut, Syahganda: Mahfud dari Dulu Tak Jelas, Mana Kasus Rp 349 T?

BeritakanID.com - Pendukung Anies Baswedan, Syahganda Nainggolan, mempersoalkan penahanan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate dalam kasus korupsi BTS Kominfo senilai Rp 8,32 triliun.

Menurut Syahganda, penangkapan Johnny G Plate kental nuansa politis yang sebenarnya berujung pada diganggunya pencapresan Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Aktivis yang beberapa kali masuk penjara di era Soeharto dan Jokowi ini kemudian menyinggung sikap Mahfud MD terkait kasus Plate dan mengaitkannya pada upaya ganggu Anies.

"Kita sudah melihat Anies ini masih mengalami gangguan-gangguan ya tentuny,a gangguan-gangguan yang kita sudah sama-sama tahu," kata Syahganda, disitat Catatan Demokrasi, Kamis 25 Mei 2023.

Adapun gangguan yang pertama adalah upaya penggembosa Demokrat yang ingin diambil alih oleh Moeldoko yang sampai sekarang tengah berproses di Mahkamah Agung.

Padahal Demokrat merupakan salah satu partai yang masuk dalam Koalisi Perubahan untuk mendukung Anies Baswedan dalam kontestasi politik 2024.

"Yang kedua ini kasus Johnny G Plate. Terus terang saja kalau kita bongkar hari ini, Kompas sudah menulis, beberapa partai kemungkinan besar terlibat dalam korupsi Johnny G Plate, dan Surya Paloh minta dibuka kasus ini. Padahal proyek ini sudah dilakukan sejak 2021, 2022 sebelum Anies dicalonkan Nasdem," kata dia lagi.

Saat disinggung Mahfud MD sudah menegaskan kasus itu murni proses hukum, Syahganda menolaknya. Buat dia, penetapan Johnny G Plate kuat unsur politisiasinya yang berujung pada Anies.

Syahganda kemudian menyinggung upaya pengungkapan yang dilakukan Mahfud MD. Menurut dia, Mahfud MD merupakan sosok yang tak jelas.

"Dia kan selalu begitu dari dulu, ngungkap tapi enggak pernah jelas. Misalkan Mahfud MD mengungkap Rp 349 triliun dugaan korupsi, tapi siapa yang diperiksa? Harusnya kan Menteri Keuangan dong diperiksa?" katanya.

Kasus Johnny G Plate Kental Mau Ganggu Anies

Bagi Syahganda, sudah sangat kentara bahwa kasus Johnny G Plate sangat kental nuansa penggangguan terhadap Anies Baswedan.

Padahal seharusnya, bicara etika, Presiden Jokowi bisa memberhentikan Johnny G Plate terlebih dahulu sebagai pembantunya, baru kemudian diusut kasusnya lalu ditangkap.

"Etikanya harusnya Jokowi itu memberhentikan dulu dia sebagai pembantu presiden, karena posisi Johnny G Plate ini orang partai dalam konteks dia dituduh korupsi."

"Ini kan sekarang kasus Johnny G Plate kemudian dikaitkan ke Anies yang seolah dikerjain," katanya.

Dia pun berharap agar semua pihak tak lagi berupaya mengganggu Anies Baswedan dan Nasdem. Termasuk upaya mengganggu Demokrat dan PKS. Sebab ada hal terpenting yang dinilai perlu diselamatkan, yakni Pemilu 2024 mendatang.

Syahganda mendorong agar ruang publik ke depan ada baiknya diisi dengan adu gagasan antar calon presiden yang lebih bermanfaat.

"Ayo adu gagasan nanti silakan rakyat menilai. Dan kalau memang Anies menang, ya ikhlas saja dong, artinya rakyat senang dengan Anies," kata dia.

Sumber: poskota

PROMO TOKO PILIHAN TOKOPEDIA
TUTUP
TUTUP