Politikus PDIP Sebut Sematan Kuda Putih ke Ahok Hanya Omong Kosong Belaka

Politikus PDIP Sebut Sematan Kuda Putih ke Ahok Hanya Omong Kosong Belaka

BeritakanID.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinarasikan sebagai Kuda Putih setelah memberikan dukungan secara resmi kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Sebab di media sosial X, Ahok dianggap sebagai kuda putih dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)
 
Julukan itu disematkan, karena Jokowi dianggap sengaja menempatkan Ahok untuk mencegah Ganjar-Mahfud bergabung dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, guna menghadapi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres). 
 
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus menilai, narasi soal kuda putih itu sangat lucu. Menurut Deddy, mundurnya Ahok dari Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) karena tidak tahan dengan sikap Presiden Jokowi.
 
"Ahok itu keluar dari Pertamina karena tidak tahan melihat Jokowi menggunakan kekuasaan untuk memenangkan anaknya, merusak tatanan, merusak demokrasi," kata Deddy kepada wartawan, Kamis (8/2).
 
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu pun membantah keras narasi kuda putih, yang disematkan kepada Ahok. Ia menegaskan, narasi kuda putih terhadap Ahok hanya omong kosong belaka. 
 
"Tidak ada kuda putih, yang ada 'rambut putih'!" tegasnya.
 
Deddy tak memungkiri, pasangan calon Prabowo-Gibran sangat mungkin masuk putaran kedua Pilpres 2024. Namun, Deddy memastikan Prabowo-Gibran akan kalah di putaran kedua.
 
Deddy memastikan, di putaran kedua nanti seluruh rakyat Indonesia diluar pendukung Anies-Muhaimin, akan bersatu untuk menumbangkan dinasti Jokowi.
 
"Rakyat akan memastikan negara ini tidak jatuh kepada orang yang serakah, emosional, punya rekam jejak masa lalu, dan anak yang belum bisa kerja untuk memimpin negara ketika Presiden berhalangan," pungkas Deddy.
 
Sebagaimana diketahui, politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendeklarasikan dukungan terhadap paslon Ganjar-Mahfud. Ahok pun telah mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) untuk bisa aktif mengkampanyekan Ganjar-Mahfud, khususnya di wilayah Jakarta.

Sumber: Jawapos

TUTUP
TUTUP