Kritik Kebijakan Presiden Jokowi Soal Iuran Wajib Tapera, Ferry Latuhihin: Pemerintah Pusing Sekali

Kritik Kebijakan Presiden Jokowi Soal Iuran Wajib Tapera, Ferry Latuhihin: Pemerintah Pusing Sekali

BeritakanID.com - Rencana kebijakan iuran wajib Tapera dari Presiden Jokowi saat ini masih menuai polemik.

Pasalnya, kebijakan iuran wajib Tapera ini bukan hanya berlaku bagi PNS, TNI dan Polri, melainkan juga karyawan BUMN, swasta hingga pekerja lepas.

Baru-baru ini Pengamat ekonomi sekaligus Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Ferry Latuhihin, menilai kebijakan iuran wajib Tapera belum tepat.

Pasalnya, kebijakan iuran wajib Tapera belum menjamin masyarakat untuk bisa memiliki hunian lantaran terdapat sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi.

Sehingga kata dia, kebijakan kewajiban iuran wajib Tapera ini membuat Pemerintah memaksakan diri.

Terlebih tingkat permintaan rumah di Indonesia belum setinggi dengan negara Eropa seperti Belanda.

"Nah ini pusing sekali Pemerintah yang ekonominya belum mencapai level midle income harus mikirin housing, itu pusing," katanya seperti dikutip Kilat.com dari kanal YouTube R66 Newlitics Minggu, 2 Juni 2024.

"Nah Tapera ini cuman salah satu wacana bagaimana memberikan housing kepada masyarakat secara luas, tapi kita harus mikir juga, housing di Indonesia ini tidak se-urgent di negara-negara barat yang individualistik," ujarnya.

Rendahnya permintaan pembelian rumah di Tanah Air lantaran sifat masyarakat Indonesia yang masih memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi.

Kondisi tersebut berbeda dengan Belanda yang masyarakatnya sudah memiliki sifat individualistik.

"Misalnya begini 'ah masih ada abang gue, gue tinggal ama abang gue aja lah' kan gitu," ungkapnya.

Permintaan pembelian rumah yang rendah di Indonesia ini ditambah dengan sifat generasi milenial yang cenderung sering berpindah tempat tinggal dari daerah satu ke wilayah lain.

"Milenial ini spesies yang baru ya, mereka lahir dengan teknologi, mereka punya mentality sendiri ya, mereka punya moral value sendiri, mungkin lebih gampang bagi mereka lebih easy going, 'gak masalah gue pindah dari satu tempat ke tempat yang lain," ucapnya.

"Beda sama zaman kita waduh gimana men, gue gimana mau kawin, rumah aja belum punya," lanjutnya.

Selain milenial, generasi Z juga cenderung senang memiliki mobilitas tinggi.

Sehingga, kedua generasi golongan yang mendominasi masyarakat Indonesia saat ini itu tidak memiliki keinginan untuk memiliki rumah sendiri.

"Gen Z ini mobilitasnya jauh lebih kenceng dari kita jangan lupa loh, mereka sangat mobile," tuturnya.(*)

Sumber: kilat

PROMO TOKO PILIHAN TOKOPEDIA
TUTUP
TUTUP