Mahmud Ahmadinejad Musuh Bebuyutan Israel Resmi Daftar Capres Iran, 'Zionis di Ujung Kehancuran'

Mahmud Ahmadinejad Musuh Bebuyutan Israel Resmi Daftar Capres Iran, 'Zionis di Ujung Kehancuran'

BeritakanID.com -
 Pasca tewasnya Presiden Iran Ebrahim Raisi akibat kecelakaan helikopter, pemerintah Iran segara melakukan pemilihan Presiden barunya.

Salah satu kandidat yang akan ambil bagian dalam pemilihan ini adalah mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Majunya Mahmoud Ahmadinejad musuh bebuyutan Israel ini tentunya menjadi akan membuat perjuangan Iran dalam menghancuran Zionis semakin kuat.

Sedangkan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengtakan bahwa saat ini Zionis tengan berada di ujung kehancuran.

Meskipun Israel berhasil meluluh lantahkan Gaza, namun itu bukan berarti Israel mampu menhabisi Hamas yang meruapakan pergerakan perlawanan Palestina.

Selain Mahmoud Ahmadinejad terdapat juga nama-nama tokoh lainnya yang akan maju dalam pemilihan Presiden Iran.

Adapun tokoh lain di antaranya, Saeed Jalili yang disebut tokoh ultrakonservatif dan telah mendaftar untuk mengikuti pemilu, mantan ketua parlemen tiga kali Ali Larijani, Walikota Teheran Alireza Zakani, dan mantan kepala bank sentral Abdolnasser Hemmati.

Ahmadinejad sendiri pernah menjabat presiden dari tahun 2005 hingga 2013 dan telah mendaftar bersama puluhan orang lainnya di Kementerian Dalam Negeri pada hari Minggu lalu.

Ikut ambil bagiannya Ahmadinejad menurutnya karena adanya desakan dari masyarakat Iran agar dirinya kembali mencalonkan diri.

Ahmadinejad sendiri disebutkan tidak lagi ambil bagian di penclonkan 2021 karena permitaan Ayatollah Ali Khamenei, di mana saat itu terjadinya kemunduran ekonomi di Iran.

Akan tatapi saat ini Ahmadinejad meyakini dirinya akan mampu membawa Iran kembali bangkit dan semakin maju.

Ali Khamenei: Zionis di Ujung Kehancuran


Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan Zionis diung kehancuran pasca Operasi Badai Al-Aqsa yang dilancarkan Hamas.

Operasi ini menempatkan rezim Zionis pada jalur yang tidak akan membawa hasil apa pun kecuali penghancuran total rezim tersebut.

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa Operasi Badai Al-Aqsa, yang dilakukan oleh gerakan perlawanan Hamas di Palestina sebagai pembalasan atas pendudukan dan kekejaman rezim Zionis selama puluhan tahun terhadap warga Palestina, terjadi pada waktu yang tepat, menunjukkan bahwa operasi tersebut mengganggu konspirasi musuh untuk mencapai tujuan mereka. 

“Badai Al-Aqsa menempatkan rezim Zionis pada jalur yang ujungnya hanyalah pembusukan dan kehancuran. Badai pada 7 Oktober lalu menghancurkan konspirasi besar internasional di kawasan Asia Barat. Ini keajaiban Badai Al-Aqsa,” ujarnya.

Menurutnya operasi perlawanan Palestina merupakan pukulan telak bagi rezim Zionis yang membawa musuh ke sudut medan perang di mana mereka tidak memiliki jalan keluar.

Pengamat Barat juga percaya bahwa rezim Zionis telah menderita kekalahan telak dari front perlawanan dalam Operasi Badai Al-Aqsa.

Selian itu sejarawan Israel mengatakan bahwa proyek Zionis sedang sekarat.

“Serangan brutal rezim Zionis adalah reaksi gugup terhadap kegagalan rencana mereka,” paparnya Ayatollah Khamenei.

Ia juga mengutip Imam Khomeini yang mengatakan bahwa rakyat Palestina sendirilah yang harus memulihkan hak-hak mereka di lapangan dan memaksa rezim Zionis untuk mundur.

Selian itu Ali Khamenei juga mengatakan bahwa jangan puas dengan kompromi dalam perundingan. []

PROMO TOKO PILIHAN TOKOPEDIA
TUTUP
TUTUP